Ekistics dalam Permukiman Masyarakat Manggarai (Studi Kasus : Kampung Megalitik Todo, Nusa Tenggara Timur)

Authors

  • Dezzalina Dyana Paramita Universitas Brawijaya
  • Antariksa Sudikno Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Flores merupakan sebuah pulau yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Di dalamnya terdiri dari delapan suku dengan Manggarai sebagai suku terbesarnya. Sebagai suku terbesar, tentunya Manggarai memiliki kebudayaan lokal yang beragam termasuk kebudayaan yang diwariskan pada masa pra sejarah yang berbentuk tradisi megalitik. Didukung dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, ditemukan tiga permukiman megalitik di Manggarai yaitu Kampung Ruteng Pu’u, Wae Rebo dan Kampung Todo. Namun dalam silsilahnya, Todo memiliki peran besar dalam pembentukan Manggarai karena dalam sistem pemerintahannya, Todo merupakan cikal bakal terbentuknya Manggarai pada masa lampau berbentuk kedaluan. Dengan tingkatan tersebut, Todo menjadi menarik untuk dibahas karena menyisakan banyak sejarah dan artefak megalitik sebagai bukti keberadaan masyarakat masa lampau. Namun, seiring berkembangnya jaman muncul kemungkinan adanya perkembangan permukiman yang dapat menyebabkan biasnya tatanan permukiman. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji mengenai keberlanjutan perkembangan permukiman Kampung Todo dengan mengetahui kondisi permukiman Todo berdasarkan teori Ekistics yaitu nature, network, man, society, dan shells. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etic dan emic. Data yang diperoleh merupakan hasil observasi dan wawancara. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa elemen yang memiliki kontribusi paling besar dalam perkembangan permukiman Kampung Todo adalah elemen shellsnya.   Kata kunci: Kampung Todo, megalitik, ekistik

Downloads

Published

2019-07-31

Issue

Section

Articles