Pengaruh Elemen Selubung Tembus Cahaya Terhadap Lingkungan Termal pada CG Artspace di Jakarta Selatan

Authors

  • Nadya Iftinan Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Andika Citraningrum Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Iklim tropis lembab identik dengan keadaan suhu panas yang dipengaruhi oleh radiasi matahari. Untuk mengantisipasi kendala lingkungan termal bangunan di iklim tropis lembab harus tanggap dalam mengurangi perolehan radiasi panas matahari. Bagian pada bangunan yang tekena dampak langsung pepindahan panas adalah material terutama kaca memiliki nilai transmisi panas tinggi. Penggunaan kaca untuk mendapatkan view dan lingkungan termal yang nyaman rasio 20% - 30%. Jenis kaca insulated glass unit dengan coating Low E dan argon gas dapat membantu nilai transmisi panas dan letak yang harus dihindari adalah bagian barat dan yang baik bagian selatan dan tenggara. Terdapat bangunan dengan konsep keterbukaan dengan menggunakan kaca pada ketiga sisinya pada tiap lantainya dengan rasio besar ±100%, penggunaan rasio yang luas dan pada ketiga sisi ruang dapat meningkatkan transmisi panas ke dalam ruang. Sehingga perlu diteliti lingkungan termal terutama temperatur udara pada kondisi tersebut, dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan simulasi. Untuk memaksimalkan penggunaan kaca rasio besar di ketiga sisinya yakni penggantian insulated glass unit dengan jenis double insulated glass low E with argon gas (4 mm – 20 mm – 4 mm) dapat membantu menurunkan dan didukung dengan keadaan kondisi bukaan dan pembayangan yang baik dalam memberikan penghawaan alami untuk mencapai standar kenyamanan.Kata kunci: Fasad kaca, lingkungan termal, temperature udara

Downloads

Published

2019-07-31

Issue

Section

Articles