INTERIOR RUANG KELAS DAN BENGKEL KERJA DENGAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS OTOMOTIF DI SMK KOTA MALANG

Authors

  • Baskoro Azis Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Damayanti Asikin Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Triandi Laksmiwati Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Kota Malang merupakan kota pendidikan dengan kapasitas 50:50 antara SMK dan SMAsehingga diknas pada tahun 2007 berminat menambah jumlah SMK menjadi 70:30karena permintaan masyarakat agar setelah lulus dari SMK dapat langsung bekerja.Seiring meningkatnya perkembangan masyarakat semakin tinggi pula kebutuhan akankendaraan bermotor. Dari kendaraan bermotor tersebut terdapat pula barang yang tidakterpakai lagi atau sudah menjadi barang bekas. Barang bekas otomotif merupakanbarang bekas yang berperan cukup besar jumlahnya di lingkungan masyarakat. Untukmengurangi pencemaran barang bekas otomotif dapat dilakukan 3R (reduce, reuse,recycle) untuk mengatasinya. Penerapan 3R untuk interior ruangan merupakan salahsatu alternatif mengurangi pencemaran lingkungan. Penerapan barang bekas otomotifpada sekolah otomotif diterapkan pada ruang kelas dan bengkel kerja setelah melaluianalisis barang bekas otomotif sesuai dengan kebutuhan masing-masing ruang. Darihasil analisis pemanfaatan tersebut barang bekas pada interior ruang kelas dan bengkelkerja menggunakan barang bekas otomotif berupa kaca dan ban bekas.Kata kunci: interior ruang kelas, interior bengkel, barang bekas otomotif

Downloads

Published

2015-01-30

Issue

Section

Articles