PUSAT WISATA KULINER DI KOTA BATU DENGAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK

Authors

  • Hasby Nur Saputra Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Beta Suryakusuma Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Ali Soekirno Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Kota Batu berkembang pesat semenjak menjadi kota wisata. Transformasi tersebut di sambut antusias oleh masyarakat Kota Batu dan sekitarnya.Seiring berkembangnya industri pariwisata,hal tersebut memberikan perubahan pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kota Batu. Salah satu kawasan yang ikut merasakan perubahan adalah alun-alun Kota Batu dan adanya Batu Tourism Centre sebagai tempat perdagangan.Namun keberadaan BTC dinilai kurang berhasil, hal itu ditandai dengan kembalinya para pedagang kaki lima yang berjualan dikoridor kawasan alun-alun. Hal ini membuat area disekitar alun-alun kembali kumuh. Sehingga muncul isu dan gagasan untuk merancang pusat wisata kuliner yang berada disekitar alunâ€alun Kota Batu.Site perancangan berada di Jalan Sudiro. Perancangan pusat wisata kuliner yaitu dengan memanfaatkan ruang terbuka publik pada site. Peletakan ruang terbuka ditentukan dari pintu masuk yang kemudian menjadi simpul. Selanjutnya menentukan jalur sirkulasi pengunjung serta penempatan massa sesuai dengan jenis sarana dan kriteria dagangan.Perancangan pusat wisata kuliner juga berfungsi sebagai penghubung dua simpul utama yaitu alun-alun Kota Batu dan BTC. Keberadaan pusat wisata kuliner sebagai wadah bagi para PKL diharapkan mampu menampung serta menyejahterakan, dan tidak lagi berjualan disembarang tempat disekitar kawasan alun-alun. Sehingga kawasan pusat Kota Wisata Batu lebih tertata rapi, seperti predikat yang disandanganya. KataKunci : transformasi, isudangagasan, site, keberadaan

Downloads

Published

2015-01-29

Issue

Section

Articles