Bukaan Pencahayaan Alami pada Ruang Tunggu Terminal Tirtonadi Kota Surakarta untuk Mengurangi Pencahayaan Buatan

Authors

  • Viola Adani Setyowijaya Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Andika Citraningrum Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Terminal Tirtonadi merupakan salah satu terminal bus percontohan yang sudah melakukan peningkatan kualitas fasilitas terminal. Peningkatan fasilitas tersebut menyebabkan meningkatnya penggunaan energi listrik akibat penggunaan pendingin ruangan dan pencahayaan buatan. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbang ide untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan melalui desain pasif pencahayaan alami pada bangunan Terminal Tirtonadi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan eksperimental menggunakan simulasi DiaLux. Hasil dari penelitian berupa rekomendasi bukaan pencahayaan alami yang optimal pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi meliputi jenis bukaan, penempatan, dan luas bukaan. Pada ruang tunggu timur dan barat diberikan dua rekomendasi bukaan yaitu: 1) memaksimalkan bukaan pencahayaan samping pada bagian ruangan yang memungkinkan adanya penambahan pencahayaan samping dan 2) penambahan bukaan pencahayaan atas berupa sky light karena orientasi bangunan tidak memungkinkan untuk memperoleh pencahayaan optimal hanya melalui pencahayaan samping. Hasil simulasi rekomendasi desain pencahayaan alami pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi menunjukkan penghematan energi dari pencahayaan buatan sekitar 30% setiap harinya.Kata kunci: pencahayaan alami, ruang tunggu, terminal bus, penggunaan energi

Author Biography

Viola Adani Setyowijaya, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Architecture

Downloads

Published

2018-07-31

Issue

Section

Articles