Kualitas Walkability Berdasarkan Persepsi Pedestrian (Studi Kasus pada Koridor Jalan Kawi Atas, Kota Malang)

Ela Tiara B. Brouwer

Abstract


Wilayah perkotaan merupakan salah satu kontributor utama penurunan kualitas lingkungan, populasi yang tinggi mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan seperti limbah dan polusi. Pengembangan alih moda transportasi non-motor seperti berjalan kaki dapat menunjang perbaikan lingkungan. Pengukuran kualitas walkability digunakan untuk mengetahui kelayakan suatu area untuk diakses masyarakat dengan berjalan kaki. Koridor Jalan Kawi Atas berperan sebagai koridor komersil di Kota Malang dijadikan sebagai kajian studi dengan alasan tingginya volume pengguna dan konflik antar moda, namun belum diimbangi penyediaan transportasi pedestrian yang baik. Pendekatan penilaian walkability dilakukan dengan menggunakan persepsi pedestrian sebagai tolok ukur hasil penilaian, dengan indikator parameter yang dikembangkan dari teori-teori walkability. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner yang ditujukan pada responden secara random. Data hasil survey dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sistem penilaian mean score yang kemudian dikelompokkan dengan aturan Sturges. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 variabel kualitas walkability pada Koridor Jalan Kawi Atas, 7 berkualitas sedang, 1 berkualitas buruk, dan 4 berkualitas baik. Dapat disimpulkan bahwa Koridor Jalan Kawi memiliki kualitas walkability yang sedang atau cukup, dan memerlukan perbaikan pada aspekaspek yang bernilai rendah-sedang untuk meningkatkan kualitas walkability pada kawasan tersebut. Kata kunci: walkability, persepsi, pedestrian, area komersil

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.