Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang

Authors

  • Tyas Pinendita Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Lisa Dwi Wulandari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Jenny Ernawati Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang

Downloads

Published

2017-09-19

Issue

Section

Articles