Kemudahan Gerak Aktivitas bagi Pasien Stroke pada Ruang Dapur di Unit Terapi Okupasi ADL (Activities Of Daily Living)

Authors

  • Zaqrine Luthea Niqren Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Rinawati Puji Handajani
  • Ali Soekirno

Abstract

Stroke merupakan penyakit penyebab kecacatan kedua terbanyak di dunia. Dari jumlah pasien stroke yang selamat, sepertiganya mengalami cacat fisik ringan sampai sedang dan memerlukan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Terapi okupasi ADL (Activities of Daily Living) merupakan rehabilitasi bagi pasien agar dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Perancangan ruang terapi okupasi ADL harus mempertimbangkan kondisi pasien dengan keterbatasan motorik dan kebutuhan pengguna ruang. Perancangan ruang terapi harus mempermudah pergerakan pasien dan terapis sehingga proses terapi dapat berlangsung secara optimal dan maksimal. Kemudahan gerak aktivitas dalam ruangan diperoleh berdasarkan hasil analisis ruang gerak aktivitas, tata letak perabot serta tata ruang. Salah satu ruang terapi okupasi ADL adalah dapur. Aktivitas terapi yang dilakukan di dapur lebih bervariasi dibandingkan di ruang terapi okupasi ADL lainnya. Hasil studi berupa tatanan ruang yang dianggap paling tepat dan mendukung proses terapi secara optimal bagi pasien stroke.Kata kunci: kemudahan gerak, stroke, ruang terapi okupasi ADL dapur

Downloads

Published

2014-07-23

Issue

Section

Articles