Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Ruang Kelas Sekolah Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang

Victoria Pratiwi Suyatno, Wulan Astrini, Wasiska Iyati

Abstract


Ruang kelas merupakan tempat berlangsungnya proses belajar di mana mengajar antara guru dan murid saling berinteraksi dan berkomunikasi. Ruang kelas akan berfungsi maksimal apabila pengguna mendapat kenyamanan visual dengan tingkat pencahayaan alami sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna. Standar nyaman pencahayaan alami pada ruang kelas Indonesia 250 lux. Anak penyandang autis merupakan anak yang mengalami disfungsi sensori, salah satunya pada sensori penglihatan. Terdapat klasifikasi anak penyandang autis disfungsi sensori, salah satunya hipersensori. Hipersensori merupakan anak autis sensitif terhadap cahaya terang, silau. Selain itu, anak penyandang autis sulit untuk berkonsentrasi dan mudah terdistraksi perhatiannya. Bukaan jendela dan pembayang matahari sangat mempengaruhi tingkat pencahayaan alami pada suatu ruang. Ruang kelas pada Sekolah Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang setelah diukur menunjukkan beberapa kelas tidak mencapai standar atau terlalu gelap dan beberapa kelas melebihi standar atau terlalu terang. Posisi bukaan jendela yang sejajar dengan ketinggian anak menyebabkan pandangan anak mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi. Hasil yang diharapkan rekomendasi desain untuk bukaan jendela dan pembayang matahari untuk mengatasi masalah pencahayaan alami pada ruang kelas sekolah tersebut. Metode yang digunakan untuk menghasilkan rekomendasi desain adalah metode simulasi eksperimental menggunakan software DIAlux 4.12 dengan analisis komparatif untuk meningkatkan kenyamanan visual.

Kata Kunci: pencahayaan alami, autis, hipersensori, bukaan jendela, pembayang matahari


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.