Redesain Museum Airlangga dengan Pendekatan Simbolik Kerajaan Kediri

Authors

  • Muhammad Syafrudin Hilal Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Herry Santosa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Bambang Yatnawijaya Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Museum Airlangga merupakan museum yang mengelola benda peninggalan masa lalu di Kota Kediri. Museum ini mengelola benda peninggalan dari Kerajaan Kediri mulai awal masa berdiri hingga berakhir pemerintahan Kerajaan Kediri. Museum Airlangga termasuk jenis museum arkeologi karena jenis peninggalan yang termasuk peninggalan sejarah masa lampau. Museum Airlangga yang sekarang dijadikan satu-satunya fasilitas pemerintah kota untuk menampung, memelihara dan menjaga barang arkeologi peninggalan Kerajaan Kediri. Museum Airlangga keadaannya memprihatikan. Kondisi Museum Airlangga memprihatinkan, sebab bagian bangunan di museum tersebut roboh dan tidak kunjung diperbaiki. Museum Airlangga kurang mencerminkan museum kekinian jika ditinjau dari teori seven trend museum. Menjawab permasalahan tersebut, perancangan ulang merupakan salah satu pemecahan yang solutif untuk memecahkan masalah dalam museum. Pengkajian yang mendalam dan hasil evaluasi yang selektif mampu memberikan jawaban sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan museum zaman sekarang. Museum Airlangga yang akan dirancang ulang merupakan salah satu ikon Kota Kediri karena merupakan salah satu museum arkeologi terbesar kedua di jawa timur. Peninggalan Kerajaan Kediri yang kental di dalam museum membawa filosofi yang kuat sehingga mampu menjadi materi yang kuat dalam merancang ulang museum. Sejarah Kerajaan Kediri merupakan interpretasi dari keberadaaan Kerajaan Kediri sehingga mampu dijadikan simbol yang tepat dalam merancang ulang dengan pendekatan simbolik.Kata Kunci: museum, sejarah, perancangan ulang, simbolik,

Downloads

Published

2016-05-03

Issue

Section

Articles