Persepsi Pengguna Terhadap Aksesibilitas Pada Alun-alun Kabupaten Lamongan

Authors

  • Aflah Rihadannafis Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang
  • Muhammad Satya Adhitama Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang

Keywords:

aksesibilitas, persepsi, Alun-alun

Abstract

Renovasi Alun-alun Lamongan pada akhir tahun 2018 membuat Alun-alun Lamongan mengalami peningkatan angka pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan usia.  Terdapat banyak perubahan yang terjadi pada Alun-alun Lamongan, seperti pelebaran trotoar pejalan kaki, fasilitas tempat duduk, ruang baca, taman rekreasi, hingga wahana-wahana yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung alun-alun Lamongan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa masih terdapat beberapa fasilitas di Alun-alun Lamongan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, serta masih ditemui ketidaksesuaian fasilitas pada Alun-alun Lamongan dengan standar aksesibilitas yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data pengamatan kondisi eksisting aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan akan dianalisis secara kualitatif dengan standar aksesibilitas yang ada. Data persepsi pengguna dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis meanscore untuk mengetahui tingkat kesesuaian aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan berdasarkan persepsi penggunanya. Dari kedua analisis tersebut kemudian dilakukan sintesis data untuk mengetahui keterkaitan antara kesesuaian kondisi eksisting pada Alun-alun Lamongan dengan persepsi pengguna terhadap aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga elemen aksesibilitas yaitu jalur pemandu, jalur pedestrian dan ruang/ sirkulasi yang dinilai masyarakat sudah cukup baik dan memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan standar aksesibilitas yang ada. Sementara untuk elemen ramp, tangga, rambu dan marka, serta area parkir dinilai cukup oleh masyarakat, karena masih terdapat beberapa ketidaksesuaian yang dapat mempengaruhi penggunanya. Serta satu elemen aksesibilitas yang dinilai masih sangat kurang adalah pada elemen toilet karena masih terdapat banyak kekurangan dan ketidaksesuaian dengan standar aksesibilitas yang ada. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai kualitas aksesibilitas pada Alun-alun Lamongan dinilai cukup, karena masyarakat cenderung sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu sehingga akan lebih baik jika dilakukan beberapa perbaikan terhadap elemen aksesibilitas yang dirasa kurang oleh masyarakat, agar pengguna dapat merasakan kenyamanan dan bisa beraktivitas sesuai dengan kebutuhannya terhadap Alun-Alun Lamongan.

Downloads

Published

2020-10-31

Issue

Section

Articles