PRIORITAS ELEMEN PERMUKIMAN TANGGUH BENCANA LONGSOR KELURAHAN TEMAS KOTA BATU BERDASARKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Authors

  • Ramadhan Mayzer Saputra Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Sri Utami Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Keywords:

Elemen Permukiman, Bencana Longsor, AHP

Abstract

ABSTRACT   Temas Kota Batu Urban Village is an area with high landslide threat, moderate social vulnerability and high economic vulnerability. In this settlement there are vulnerable buildings that stand on the banks of the river with steep slopes. The obstacle in the development of these settlements to be resilient is that the systemic handling and prevention of disasters have not become a priority. The purpose of this study was to determine the priority of landslide resilient elements in the Temas Kota Batu urban area based on the Analytical Hierarchy Process. The method used in this study is a quantitative method using a paired comparison questionnaire as a data collection method, and Analytical Hierarchy Process (AHP) as a data analysis method to determine the weights of each variable contained in the elements of settlements and sort their priorities based on the weights obtained. The results of the study state that the most important variable in the building element is the building foundation, while in the network element the most important variable is environmental drainage.   Keywords: elements of settlement, landslide, AHP   ABSTRAK   Kelurahan Temas Kota Batu merupakan kawasan dengan ancaman bencana longsor yang tinggi, kerentanan sosial sedang dan kerentanan ekonomi tinggi. Upaya pengurangan kerentanan sebagai proses pengembangan menjadi desa tangguh bencana pada permukiman ini terkendala upaya penanganan yang tidak sistemik dan pencegahan terhadap bencana belum menjadi prioritas utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas elemen permukiman tangguh bencana longsor kawasan Kelurahan Temas Kota Batu berdasarkan Analytical Hierarchy Process. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Kuantitatif dengan menggunakan kuesioner perbandingan berpasangan sebagai metode pengumpulan data, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode analisis data untuk mengetahui bobot dari masing-masing variabel yang terdapat pada elemen permukiman dan mengurutkan prioritasnya berdasarkan bobot yang didapatkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa variabel paling penting pada elemen bangunan dalam upaya menanggapi ancaman longsor yaitu pondasi bangunan sedangkan pada elemen jaringan, variabel paling penting dalam upaya menanggapi ancaman longsor yaitu drainase lingkungan.   Kata kunci: Elemen Permukiman, Bencana Longsor, AHP  

Author Biographies

Ramadhan Mayzer Saputra, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Sri Utami, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Downloads

Published

2020-07-30

Issue

Section

Articles