Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya en-US Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2404 <p>ABSTRAK</p> <p><br>Bencana yang dapat menimbulkan api yang tidak diinginkan serta ada unsur-unsur <br>pembentukan api seperti bahan bakar, oksien, dan sumber panas yang menebabkan <br>reaksi oksidasi yang menyebabkan kerugian dari segi material maupun korban jiwa<br>disebut kebakaran. Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya merupakan salah <br>satu bangunan publik yang terdapat berbagai macam kegiatan perkuliahan. Sebagai <br>bangunan publik, gedung harus memiliki keamanan dalam hal penyelamatan <br>terhadap bencana kebakaran. Sistem proteksi atau bentuk pertahanan kebakaran <br>yang diterapkan pada Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya masih belum <br>memenuhi standar. Oleh karena harus dilakukannya evaluasi agar dapat memahami <br>tingkat keandalan terhadap sistem proteksi kebakaran gedung. Evaluasi yang <br>dilakukan berupa observasi langsung pada bangunan dengan tujuan untuk <br>mengidentifikasi bentuk pertahanan yang terjalin dengan kelengkapan tapak, <br>fasilitas untuk penyelamatan, bentuk pertahanan yang aktif, dan bentuk pertahanan <br>yang pasif sesuai dengan peraturan-peraturan standar yang berlaku. Hasil penelitian <br>ini menunjukkan bahwa Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya dinilai cukup <br>memenuhi standar, terutama pada kelengkapan tapak, sistem proteksi aktif, dan <br>sistem proteksi pasif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sarana <br>penyelamatan terhadap sarana jalan keluar dan sistem proteksi aktif terhadap sistem <br>pengendali asap yang kedepannya perlu dilengkapi agar keandalan sistem tetap <br>terjaga dan proses evakuasi berjalan lancar dan aman ketika terjadi kebakaran pada <br>Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya.</p> <p><br>Kata kunci: Keandalan, Sistem Proktesi Kebakaran, Gedung Teknik Industri</p> <p><br><em>ABSTRACT</em></p> <p><br><em>Fire is a disaster that can cause unwanted fire where the elements of fire forming consist </em><br><em>of fuel, oxygen, and heat source, causing oxidation reactions that cause material losses and </em><br><em>fatalities. Brawijaya University Industrial Engineering Building is one of the public </em><br><em>buildings that have various lecture activities. As a public building, the building must have </em><br><em>security in terms of rescue against fire disasters. Fire protection systems applied to the </em><br><em>Industrial Engineering Building of Brawijaya University still do not meet the standards. </em><br><em>Therefore, evaluation is necessary to determine the level of reliability to the building fire </em><br><em>protection system. Evaluation is conducted in the form of direct observation of buildings </em><br><em>with the aim of identifying fire protection systems related to the completeness of the site, </em><br><em>rescue facilities, active protection systems, passive protection systems based on applicable </em><br><em>standard regulations. The results of this study show that the Brawijaya University </em><br><em>Industrial Engineering Building is considered to meet the standards, especially in the </em><br><em>completeness of the site, active protection system, and passive protection system. Some </em><br><em>things to note are the means of rescue against means of exit and active protection system </em><br><em>against smoke control system that in the future need to be equipped to maintain the </em><br><em>reliability of the system and evacuation process runs smoothly and safely when fire occurs </em><br><em>at the University of Brawijaya Industrial Engineering Building.</em></p> <p><br><em>Keywords: Reliability, Fire Protection System, Industrial Engineering Building</em></p> Lingga Prasetya Dwiputra Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 Redesain Masjid Sabilillah Kota Malang dengan Pendekatan Memori Kolektif https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2398 <p>Masjid Sabilillah Kota Malang sebagai salah satu masjid kota di Kota Malang berkembang seiring zaman. Perkembangan dari masjid yang sudah berdiri selama 42 tahun ini memerlukan peningkatan kapasitas terutama dalam ruang sholatnya dan disertai pengefisienan lansekap untuk lahan parkir. Dalam perencanaan desain Masjid Sabilillah yang baru diperlukan penguatan identitas masjid agar masjid yang selama ini berdiri masih memiliki ingatan yang tidak jauh berbeda di masyarakat. Objek perencanaan merupakan sebuah kawasan masjid seluas 8.100 m² yang terdiri dari bangunan induk masjid, bangunan menara dan bangunan pelengkap. Bangunan induk masjid berisikan ruang sholat, auditorium, TK Sabilillah, dan beberapa ruang unit usaha yayasan. Sementara bangunan pelengkap di antaranya perpustakaan, ruang genset, atm, dan pujasera. Untuk mencari identitas serta menguatkannya diperlukan tahap pendekatan untuk menggali setiap hal yang dapat mengingatkan pada identitas Masjid Sabilillah. Dalam hal mencari dan menguatkan identitas sebuah bangunan pendekatan memori kolektif dapat mencari grafik masa lalu yang dijalin ke masa kini dan masa depan.</p> Fikri Al Faroby Abraham Mohammad Ridjal Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 Komposisi dan Proporsi Antropometri Fasad Arsitektur Tradisional Banua Oge https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2378 <p><em>Architecture should have positive value, and create meaning as objects, culture, concepts, patterns and forms of interpretation and symbols of expression contained in human thought in response to architecture. A building, especially a building with a traditional concept, must reflect its identity as a product of vernacular architecture. With this, traditional architecture is a human effort to create an environment in the form of shelter to fulfill needs by considering traditional aspects and rituals passed down by previous generations. Proportions in the traditional architectural works of the archipelago are the basis of design, which is fundamental in building traditional architectural works. raditional architecture basically does not have a standard measuring tool (meters / feet) as a reference, at that time people used intuition based on culture and beliefs in building. For example, the application of human body anthropometry as a measuring tool. The size of the human body as a measuring tool is related to cosmological values, where traditional architecture believes that humans are a microcosm and a reflection of the macrocosm of the universe. The universe is believed to be divided into three parts, namely the upper realm, middle realm and lower realm. This is represented in the human body which is divided into the head (top), body (middle) and legs (bottom). These cosmological values are closely related to the application of traditional architecture, as the house is a reflection of humans and the universe. So that the proportions in traditional archipelago architecture are closely related to anthropometric theory as a measuring tool. </em></p> Siti Nurhalisa Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 PENATAAN KAMPUNG CEMPLUK SEBAGAI KAMPUNG WISATA BUDAYA DI KABUPATEN MALANG https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2400 <p>Kampung Cempluk terkenal akan festival budaya yang rutin dilakukan setiap bulan September. Festival dilaksanakan selama 7 hari dengan menampilkan pertunjukkan seni dan makanan tradisional. Para pengurus desa telah banyak merencanakan pengembangan desa agar kedepannya dapat menjadi desa wisata, namun pada kondisi sekarang masih tidak terdapat fasilitas yang dapat menunjang kegiatan wisata dan juga tidak terdapat identitas dari kampung. Perancangan kali ini bertujuan untuk menata Kampung Cempluk agar menjadi desa wisata budaya dengan menambahkan fasilitas dan identitas kawasan. Perancangan berfokus pada koridor jalan Dieng Atas yang merupakan jalan utama Kampung Cempluk. Perancangan menggunakan teori pembentuk kawasan urban dengan metode desain rasional dengan tahapan analisis, sintesis, dan desain. Dalam menciptakan identitas menggunakan metode mimesis. Hasil perancangan berupa zonasi tata guna lahan, ruang parkir, ruang terbuka, penanda, sirkulasi, dan fasilitas umum. Tujuan dari perancangan ini adalah agar Kampung Cempluk dapat menjadi Kampung Wisata Budaya di Kabupaten Malang sehingga dapat terus melestarikan seni budaya di Kabupaten Malang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kampung Cempluk is known for its cultural festival held regularly every September. The festival lasts for 7 days and features art performances and traditional food. The village officials have been planning for the development of the village to turn it into a tourist destination in the future, but currently, there are no facilities to support tourism activities and there is also no identity for the village. This design aims to organize Kampung Cempluk to become a cultural tourist village by adding facilities and area identity. The design focuses on the Dieng Atas road corridor, which is the main road of Kampung Cempluk. The design uses urban area formation theory with rational design method consisting of analysis, synthesis, and design stages. Identity creation is achieved through the mimesis method. The design results in zoning of land use, parking spaces, open spaces, markers, circulation, and public facilities. The goal of this design is to make Kampung Cempluk a Cultural Tourist Village in Malang Regency so that it can continue to preserve the cultural arts in Malang Regency.</em></p> Syamsu Imam Wahyudi Muhammad Satya Adhitama Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 Lingkungan Termal Dan Persepsi Kenyamanan Termal Pengunjung Perpustakaan Universitas Brawijaya https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2394 <p>Ruang baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya merupakan bangunan yang cukup penting bagi mahasiswa Universitas Brawijaya. Mahasiswa biasanya mengunjungi ruang baca untuk mencari studi literatur dan juga untuk mengerjakan tugas. Saat melakukan aktivitas pada ruang baca terdapat mahasiswa yang merasa kurang nyaman terhadap temperatur yang ada pada ruang baca perpustakaan pusat universitas brawijaya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lingkungan nyaman temperatur yang ada pada ruang baca apakah sudah sesuai standart yang ada atau belum. Untuk hal yang akan diteliti yaitu berupa bukaan, temperatur, kelembapan dan juga persepsi dari pengunjung ruang baca perpustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dan kuesioner untuk mengetahui temperatur yang dirasakan oleh pengunjung. Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil 7 dari 19 pengunjung tetap merasa nyaman terhadap temperatur ruang baca meskipun sudah melewati standart temperatur nyaman di kota Malang. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan didapatkan rata-rata temperatur terendah pada titik 1 yaitu sebesar 28.9 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.7 derajat Celsius. Pada titik 2 menunjukkan rata-rata temperatur terendah sebesar 28.9 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.5 derajat Celsius. Untuk titik 3 didapatkan hasil rata-rata temperatur terendah sebesar 28.7 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.4 derajat Celsius. Untuk temperatur nyaman kota Malang sendiri berada pada rentang 22.85 -27.85 derajat Celsius. Berdasarkan pengukuran eksisting yang didapatkan temperatur yang ada pada ruang baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya masih belum memenuhi standart temperatur nyaman Kota Malang.</p> <p>Kata kunci: ruang baca, temperatur , persepsi pengunjung</p> Aldo Valen Laurel Ar. Wasiska Iyati, ST., MT., IAI Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 PERANCANGAN KAYUTANGAN CITY HUB DENGAN KONSEP ARSITEKTUR METABOLISME https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2401 <p>Kawasan kampung bersejarah Kayutangan menjadi salah satu yang terus mengalami <br>pembenahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan pembenaran aspal <br>jalan, andesit jalur pedestrian, penataan jalur drainase, dan pembenahan street <br>furniture. Pengembangan ini kembali mewujudkan gagasan kawasan berkelanjutan <br>dengan walkable city yang berhubungan dengan kebutuhan pertukaran mobilitas <br>transportasi untuk meninggalkan kendaraannya. Untuk memenuhi kebutuhan <br>tersebut maka pembangunan city hub dapat menjadi alternatif pusat keramaian <br>untuk mewadahi kegiatan pertukaran mobilitas. Menyelaraskan dengan konsep <br>kawasan yang selalu berkembang dan menciptakan lingkungan binaan yang saling <br>bersinergi maka perancangan menggunakan konsep arsitektur metabolisme dapat <br>menjadi salah satu pilihan. Perancangan ini dilakukan pada Pertokoan Kayutangan <br>yang berada di lokasi strategis yaitu simpang pertigaan titik jalan Taman Chairil <br>Anwar. Tapak sebesar 5.700m2 ini mampu mewadahi pertukaran mobilitas yang <br>berfungsi memberikan zona akses, fasilitas, serta kondisi transfer yang nyaman. <br>Proses perancangan menggunakan metode pragmatisme yang dimulai dari <br>mengidentifikasi masalah pada kebutuhan fungsi dan pendekatan metabolisme untuk <br>menghasilkan gagasan kriteria desain simbiosis bangunan yang akan menjadi <br>pedoman dalam tahap eksplorasi dan pengembangan desain. Hasil modifikasi desain <br>dijadikan sebagai desain kriteria arsitektur metabolisme untuk perancangan akhir <br>bangunan yang meingkatkan keterlibatan publik dan produktivitas sektor wisata dan <br>ekonomi daerah Kawasan bersejarah Kayutangan.</p> Aline Crystynauly Dr. Eng. Ir. Herry Santosa., ST.,MT., IPM Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1 Pendekatan Pragmatisme dalam Perancangan Kinik Kesehatan Psikologis dengan Konsep Tranquility https://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/2396 <p><span style="font-weight: 400;">Pentingnya kesehatan psikologis di Indonesia masih kurang disadari pemerintah dan masyarakat umum. Terlebih masyarakat pada kawasan urban memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gangguan psikologis akibat tekanan kawasan urban. hal tersebut tercermin oleh angka penderita gangguan psikologis yang tinggi. Konsep </span><em><span style="font-weight: 400;">tranquility </span></em><span style="font-weight: 400;">berfokus pada ketenangan, sehingga dapat membantu dalam mengatasi permasalahan kesehatan psikologis. kondisi </span><em><span style="font-weight: 400;">tranquility</span></em><span style="font-weight: 400;"> dapat dipicu oleh </span><em><span style="font-weight: 400;">tranquil environment</span></em><span style="font-weight: 400;">, yang berkaitan langsung dengan perancangan ruang, sehingga dapat digunakan dalam perancangan arsitektur. Pada perancangan ini dilakukan percobaan desain klinik kesehatan psikologis menggunakan konsep tranquility. perancangan dilakukan menggunakan pendekatan metode paradigma pragmatisme yang mengutamakan pemecahan permasalahan desain menggunakan proses </span><em><span style="font-weight: 400;">predictive modelling</span></em><span style="font-weight: 400;">. proses tersebut dilakukan dengan melakukan serangkaian eksplorasi alternatif dan evaluasi melalui simulasi pada model tiga dimensi. hasil dari metode pragmatisme tersebut menghasilkan kriteria desain yang digunakan sebagai landasan dalam menghasilkan desain nantinya.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kata kunci: desain, arsitektur, perancangan, tranquility, pragmatisme, kesehatan psikologis, klinik, kawasan urban.</span></p> Satrio Indrasto Wicaksono Indyah Martiningrum Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur 2024-05-02 2024-05-02 12 1