Perancangan Bangunan Industri Terasi di Tuban

Authors

  • Reni Dwi Rahayu Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Edi Hari Purwono Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Nurachmad Sujudwijono Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Potensi perikanan Indonesia yang memenangkan pasar MEA dan meraih green ticket berpengaruh terhadap berkembangnya industri pengolahan hasil laut. Kabupaten Tuban merupakan salah satu daerah pengembangan industrialisasi di Jawa Timur dengan potensi perairan sepanjang 65 km, wilayah lautan sebesar 22.608 km2, dan menghasilkan perikanan laut mencapai 10.740,07 ton (BPS Kab.Tuban, 2013). Industri yang berkembang di Tuban adalah industri terasi yang merupakan oleh-oleh khas Tuban.Peluang industri terasi didukung dengan adanya pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Palang dengan berbagai fasilitas seperti PPI, cold storage, dan pasar ikan.Namun, peningkatan industri terasi tidak diimbangi dengan pengolahan limbah maupun penanganan higienis ruang dan pekerja, serta limbah gas berupa polutan bau ammonia dari terasi mempengaruhi kualitas udara di dalam ruang produksi maupun di sekitar kawasan industri. Higienis bangunan industri terasi ditunjang dengan penggunaan material ruang yang sesuai dengan persyaratan ruang per-proses produksi, standar higienis pengolahan pangan, serta sistem penanganan limbah dan hama. Polutan gas diatasi dengan penggunaan adsorben berupa karbon aktif dan vegetasi peredam bau.Bangunan industri terasi dirancang pada area pantai utara sehingga dapat mengoptimalkan pemanasan matahari pada ruang penjemuran berupa glass house. Selain adanya ruang isolasi khusus untuk proses fermentasi, penunjang higienis juga berupa ruang dekontaminasi, air-lock system, ruang kontrol, dan ruang bersih.Kata kunci: bangunan industri, terasi, higienis, penanganan limbah

Downloads

Published

2015-01-30

Issue

Section

Articles