Sawen: Proteksi Teritori Lembur pada Permukiman Adat Kampung Gede Ciptagelar

Authors

  • diana wahyu pratiwi
  • Susilo Kusdiwanggo

Abstract

ABSTRAK Kampung Gede Ciptegelar merupakan pusat pemerintahan kasepuhan komunitas Pancer-Pangawinan terkini yang selanjutnya disebut sebagai Kasepuhan Ciptagelar. Komunitas Pancer-Pangawinan sendiri telah hadir lebih dari 350 tahun lalu dan berdiaspora di wilayah Pegunungan Kendeng Banten dan Jawa Barat dalam teritori (a) leuweng; terdiri dari tutupan, titipan, dan garapan dan (b) perkampungan; terdiri dari kampung gede, lembur dan tari kolot yang berada dalam wewengkon adat. Secara berkala mereka memeriksa, memelihara, dan mempertahankan teritori tersebut. Dalam satu permukiman terdapat dua elemen lingkungan yang saling melengkapi, yaitu lingkungan agrikultur (garapan) dan lembur. Di sisi lain, Kasepuhan Ciptagelar merupakan masyarakat yang masih mempertahankan budaya padi hingga sekarang. Mereka menghormati dan menjadikan padi sebagai entitas suci yang harus dijaga yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Komunitas Ciptagelar. Budaya padi juga mempengaruhi cara mereka menata permukimannya. Bagaimana warga memproteksi: memeriksa, memelihara, dan mempertahankan wilayah permukimannya dalam konteks budaya padi? Terdapat satu ritual prah-prahan yang diselenggarakan masyarakat secara berkala dalam menjaga permukimannya. Banyak elemen-elemen vegetatif yang digunakan dan dijadikan sebagai media sawen (protektor). Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu eksploratif dan deskriptif. Pertama, mengidentifikasi teritori permukiman dari aspek lingkungan lembur pada Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar berdasarkan penempatan sawen lembur. Kedua, memahami cara masyarakat memproteksi lingkungan lembur berdasarkan ritual prah-prahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- deduktif dalam paradigma rasionalistik. Penelitian ini menggunakan strategi observasi lapangan. Responden ditentukan berdasarkan proses maksimalisasi informasi atas siapa yang memiliki pengetahuan terhadap subyek penelitian sehingga merupakan seseorang yang unik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasakan penempatan sawen lembur, wilayah atau teritori spasial lingkungan lembur yang perlu diproteksi adalah akses/jalan menuju permukiman; (2) berdasarkan ritual prah-prahan, aktivitas memproteksi merupakan kegiatan menurunkan berkah Yang Maha Kuasa untuk keselamatan permukiman atau lembur. Kata kunci: budaya padi, prah-prahan, proteksi, sawen lembur, teritori.

Downloads

Published

2018-07-31

Issue

Section

Articles