Sakuren dan Paparakoan : Konsep Ruang Perempuan pada Masyarakat Budaya Padi Kasepuhan Ciptagelar

Authors

  • Teva Delani Rahman
  • Susilo Kusdiwanggo

Abstract

Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu permukiman adat Sunda di Indonesia yang sampai sekarang masih mempertahankan nilai kepercayaan dan religi dari budaya padi (rice culture). Sebagai masyarakat berbudaya padi yang kuat, segala bentuk aktivitas utama masyarakat Ciptagelar berpusat pada padi dan disertai dengan ritual. Aktivitas ritual terhadap padi diperjalankan dari lingkungan agrikultur (huma-sawah) hingga ke area domestik. Dalam aktivitas rutin dan ritual sepanjang satu siklus budaya padi pada ruang domestik di Kasepuhan Ciptagelar, eksistensi perempuan sangat dominan. Dengan demikian terbangun preposisi bahwa semua ruang yang terkait dengannya akan terbangun menjadi ruang perempuan saat aktivitas tersebut berlangsung. Aspek apa saja yang mendasari dan bagaimana proses terbentuknya ruang perempuan pada masyarakat budaya padi Kasepuhan Ciptagelar? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-induktif dengan pendekatan eksploratif-deskriptif dan menggunakan paradigma partisipatoris. Hasil yang ditemukan adalah bahwa Sakuren dan Paparakoan menjadi konsep yang membentuk ruang perempuan pada masyarakat budaya padi Kasepuhan Ciptagelar. Ruang perempuan terbentuk ketika perempuan mengambil padi di leuit, menumbuk di saung lisung, menyimpan dan mengambil beras di pangdaringan, dan menanak nasi di goah.Kata kunci: jender, konsep ruang, rice culture, ruang perempuan

Downloads

Published

2018-07-31

Issue

Section

Articles