Pengaruh Huma-Sawah dan Leuit terhadap Tumbuh-Kembang Permukiman Adat Kasepuhan Ciptagelar

Authors

  • Rahayu Putri Pratiwi
  • Susilo Kusdiwanggo

Abstract

Kasepuhan Ciptagelar merupakan permukiman adat di mana masyarakat memiliki sistem kepercayaan terhadap padi dan telah melahirkan budaya padi. Budaya padi yang masih melekat dalam jati diri masyarakat Kasepuhan Ciptagelar yaitu budaya padi huma dan padi sawah. Hal ini menunjukkan bahwa huma-sawah memiliki keterikatan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Budaya padi huma datang lebih awal ke dalam lingkungan masyarakat Kasepuhan Ciptagelar sehingga menjadikan kehadiran padi huma lebih di utamakan namun tidak melepas kehadiran padi sawah seperti pada upacara ngadiekeun. Upacara ngadieukeun merupakan puncak ritual rangkai budaya padi di mana memiliki prasyarat dan syarat harus hadirnya dua pasang entitas budaya padi yaitu padi huma dan padi sawah. Hadirnya sepasang padi huma dan padi sawah secara bersama-sama dalam upacara ngadiukeun berada di dalam leuit sehingga leuit menjadi wadah aktivitas budaya. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa leuit terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan leuit diakibat oleh surplus hasil produksi padi sawah. Kehadiran leuit jika dilihat dari sudut pandang leuit sebagai wadah aktivitas budaya dalam upacara ngadiukeun menunjukkan bahwa leuit memiliki keterikatan yang kuat dengan padi huma di mana kehadiran padi huma sebagai prasyarat dalam ngadiukeun namun dalam pertumbuhan leuit tidak bergantung dengan kehadiran padi huma. Hal ini terbalik dengan hubungan leuit terhadap padi sawah di mana padi sawah hanya sebagai syarat ngadiukeun didalam leuit tetapi pertumbuhan leuit sangat bergantung dengan padi sawah. Pertumbuhan leuit dalam lingkungan permukiman ini dapat menyebabkan adanya suatu perkembangan sehingga memperlihatkan tumbuhkembang permukiman. Dengan demikian, penelitihan ini berujuan untuk : (1) mengetahui gambaran secara umum tentang kondisi hubungan huma-sawah dan leuit terhadap proses tumbuh-kembang permukiman Adat kasepuhan Ciptagelar; (2) menyediakan sebuah detail gambaran yang akurat berkaitan dengan pengaruh huma-sawah dan leuit terhadap proses tumbuh-kembang permukiman Adat Kasepuhan Ciptagelar. Metode yang digunakan yaitu kualtatif-deduktif dengan paradigma rasionalistik. Hasil penelitihan ini menunjukkan bahwa proses tumbuhkembang permukiman di lihat dari pertumbuhan leuit yaitu bergerak ke arah indung di mana jika dilihat dari hubungan dan pengaruhnya memunculkan konsep diam – gerak – diam yang dihasilkan dari represntasi hubungan dan pengaruh huma-sawah dan leuit. Konsep tersebut memiliki arti memiliki arti yaitu yang diam adalah bergerak yang sebenarnya adalah diam.Kata kunci: budaya padi, tumbuh-kembang permukiman, permukiman adat, Kasepuhan Ciptagelar.

Downloads

Published

2018-07-31

Issue

Section

Articles