Eksplorasi Elemen Desain Interior Sebagai Pembentuk Third Place Kedai Kopi

Farandi Rifki Hafid, Wulan Astrini

Abstract


Gaya hidup masyarakat Indonesia untuk bersosialisasi di kedai kopi telah berlangsung sejak lama. Saat ini gaya hidup bersosialisasi masyarakat Indonesia mengalami perkembangan, yaitu mereka bersosialisasi dan melakukan pekerjaan di kedai kopi atau sering disebut juga dengan kafe. Banyak pengunjung yang menjadikan kedai kopi sebagai third place mereka, atau suatu tempat di antara rumah dan tempat kerja. Desain interior sebagai lingkungan fisik dari kedai kopi merupakan salah satu faktor pembentuk third place, di samping faktor sosial. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi elemen desain interior sebagai faktor fisik yang membentuk third place pada kedai kopi. Elemen interior yang menjadi variabel penelitian adalah kondisi sekitar (ambience), sosial, dan elemen desain. Metode analisis yang digunakan adalah open coding dan axial coding, serta selanjutnya disintesis berdasarkan teori-teori yang terkait dengan desain interior dan third place. Objek penelitian ini adalah desain interior kedai kopi Starbucks Coffee yang berlokasi di Malang City Point dan MX Mall. Hasil penelitian menunjukkan elemen desain interior yang dapat membentuk third place di kedai kopi, yaitu warna yang menyenangkan, kebisingan dan kecerahan lampu yang nyaman, tempat duduk dekat dinding atau jendela, akses ke pemandangan luar, penataan tempat duduk yang nyaman untuk bersosialisasi dan bekerja, dan tempat duduk yang berada di sudut ruangan.

 

Kata kunci: desain interior, kedai kopi, third place

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.