Sambungan dan Material Konstruksi Bangunan Tradisional Uma Jompa di Desa Maria, Kabupaten Bima

Authors

  • Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Antariksa Antariksa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Abraham Mohammad Ridjal Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Uma Jompa yang berada di Kabupaten Bima keberadaannya semakin sedikit. Bangunan yang memiliki peran penting dalam masyarakat Bima ini berfungsi sebagai lumbung padi, keberadaannya diketahui telah ada sebelum Islam datang ke Sumbawa (1620 M). Uma Jompa berada di sekitar gunung api aktif dan patahan kerak bumi yang diketahui berpotensi tinggi adanya gempa. Hal ini menjadi sebuah ketertarikan dalam penelitian yang bertujuan mengkaji bentuk sambungan konstruksi pada Uma Jompa. Selain itu hubungannya juga dengan jenis material yang digunakan dalam pembangunan Uma Jompa yang secara umum menggunakan material kayu. Penggunaan kayu sebagai material bangunan dan teknik sambungan tradisional menggunakan wole (pasak) dan purus-lubang menjadi jawaban dari ketahanan bangunan Uma Jompa. Pemilihan jenis material, cara pemasangan, hingga dimensi konstruksi dengan ukuran bangunan memiliki kecocokan sehingga bangunan dapat berdiri hingga ratusan tahun lamanya. Lokasi penelitian berada di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Uma Jompa, Sambungan Tradisional, Material Konstruksi, Konstruksi Tradisional, Konstruksi Kayu, Arsitektur Nusantara

Downloads

Published

2017-05-03

Issue

Section

Articles