Konsep Agrowisata pada Lahan Konservasi Studi Kasus: Lahan Buah Condet, Jakarta Timur

Authors

  • Faudina Faradilla Nanda Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Lisa Dwi Wulandari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Subhan Ramdlani Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Jakarta sebagai destinasi wisata di Indonesia yang menerapkan berbagai jenis wisata yaitu wisata budaya, wisata sejarah dan wisata alam. Contoh wisata alam di Jakarta adalah Taman Wisata Alam Mangrove Angke dan isu pengembangan potensi Sungai Ciliwung sebagai destinasi wisata berbasis alam. Salah satu segmen yang merupakan lahan konservasi di Daerah Aliran Sungai adalah Lahan Buah Condet, Jakarta Timur. Lahan Buah Condet adalah satu-satunya kantong pertanian yang tersisa dari luas Condet yang ditetapkan pada SK Gubernur DCI Jakarta No.DIV-1511/E/74 dan kegiatan perlindungan sungai khususnya bagian sempadan seperti dalam Pasal 20 Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2011. Potensi tapak berupa kontur topografi tapak datar, tanaman endemik khas dominan yaitu Salak dan Duku Condet. Adanya Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 646 Tahun 2016, mendorong pengembangan Lahan Buah Condet sebagai destinasi wisata serta kawasan agrowisata di Jakarta Timur. Permasalahan dalam pengembangan agrowisata adalah lahan perkebunan terbatas, mudah banjir, akses menuju perkebunan di area perumahan warga dan pemanfaatan pola ruang kurang terawat, dikhawatirkan menimbulkan kerusakan pada lahan. Melalui studi pustaka dan studi terdahulu ditemukan beberapa variabel penelitian. Dengan menggabungkan variabel agrowisata, konservasi, serta memperhatikan potensi-potensi lahan, didapatkan solusi konsep agrowisata berupa zonasi, atraksi, aksesibilitas dan fasilitas pada lahan konservasi khususnya Lahan Buah Condet.Kata kunci: agrowisata, konservasi

Downloads

Published

2017-02-14

Issue

Section

Articles