Karakteristik Spasial Bangunan Gereja Immanuel Jakarta

Authors

  • Muhammad Gardian Novandri Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Antariksa Antariksa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Noviani Suryasari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Gereja Immanuel Jakarta didirikan pada tahun 1839 dan merupakan salah satu dari gereja tertua yang masih ada di DKI Jakarta. Gereja tersebut merupakan salah satu dari 134 buah cagar budaya yang ada di DKI Jakarta. Seiring perkembangan zaman, terdapat perubahan fungsi ruang dan penambahan ruang pada bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik spasial pada bangunan Gereja Immanuel Jakarta. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode analisis deksriptif. Orientasi bangunan menghadap ke arah barat. Fungsi ruang dengan hirarki paling tinggi terdapat pada ruang ibadah. Ruang ibadah menghubungkan setiap ruang yang ada pada bangunan Gereja Immanuel Jakarta. Organisasi ruang yang terbentuk pada bangunan tersebut adalah organisasi ruang memusat kearah ruang ibadah. Sirkulasi ruang utama yang terbentuk adalah sirkulasi ruang radial dengan ruang ibadah sebagai pusat nya. Orientasi ruang menurut bukaan besar berorientasi ke arah ruang ibadah dan luar bangunan.Kata kunci: Karakteristik spasial, bangunan kolonial Belanda, bangunan gereja

Downloads

Published

2016-10-31

Issue

Section

Articles