Adaptasi Fisik Bangunan Rumah Tinggal di Permukiman Rawan Banjir (Studi Kasus: Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara)

Authors

  • Dewi Widya Ariandini Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Sri Utami Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Bambang Yatnawijaya Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Kota Semarang menjadi unik memiliki pembagian wilayah Kota Atas dengan pembatasan pemanfaatan ruang bertopografi 359 - 90 mdpl dan Kota Bawah dengan ketinggian 3.5 – 0 mdpl merupakan pusat kota dan kawasan stategis. Semarang Utara menjadi Kecamatan terpadat ke empat dengan fungsi kawasan campuran berupa permukiman, daerah industry dan transportasi. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan berada pada topografi rendah menjadi penyebab seringnya terjadi banjir di wilayah Semarang Utara terutama di daerah ujung laut Kelurahan Bandarharjo RW I. Kondisi permukiman padat dan daerah stategis pusat industry menjadi salah satu penyebab masyarakat menetap di permukiman rawan banjir tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bentuk adaptasi fisik bangunan rumah tinggal di permukiman rawan banjir Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisa faktor ekternal dan internal yang mempengaruhi bentuk adaptasi bangunan rumah tinggal penduduk. Hasil penelitian yang didapatkan berupa bentuk adaptasi bangunan rumah tinggal dalam kurun waktu 35 tahun yang terbagi menjadi 4 periode.Kata kunci: bentuk adaptasi fisik, rumah tinggal, permukiman banjir

Downloads

Published

2016-08-02

Issue

Section

Articles