Pelestarian Bangunan Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu JATIM (EKS SOERABAIASCH HANDELSBLAD)

Authors

  • Lina Mardiani Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Antariksa Antariksa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Abraham Mohammad Ridjal Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Surabaya adalah Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu Jatim (P2T). Pada beberapa bagian bangunan terdapat beberapa perubahan akibat dari pergantian fungsi yang dilakukan pada bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki pola yang simetris yang terdiri dari ruang-ruang yang tersusun dengan pola grid dan linier. Pada segi visual, fasade bangunan memiiki pengaruh dari aliran arsitektur Art Nouveau dan Art and Craft. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan pada banyaknya elemen-elemen yang menggunakan ornamen stained glass seperti pada pintu, jendela, dan gevel. Percampuran dengan budaya lokal juga ditunjukkan pada bentuk pintu dan atap yang menyesuaikan iklim tropis serta adanya tambahan ornamen pada lisplang atap yang dipengaruhi budaya Melayu. Struktur bangunan yang masih dipertahankan adalah struktur dinding penopang dan struktur kolom. Terdapat 22 elemen dengan kategori potensial tinggi, 7 elemen potensial sedang, dan 5 elemen potensial rendah.Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural

Downloads

Published

2016-05-03

Issue

Section

Articles