Sekolah Fotografi di Kota Malang Dengan Pendekatan Analisa Space Syntax

Authors

  • Bayu Setyanugraha Rushadi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Tito Haripradianto Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Herry Santosa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Rencana Pengembangan Fotografi Nasional 2015-2019 merupakan rencana untuk mengembangkan aspek sumber daya manusia dalam bidang fotografi dengan cara menciptakan lembaga pendidikan fotografi. Kota Malang telah memiliki lembaga pendidikan fotografi, namun jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya kegiatan dari komunitas fotografi. Maka dari itu, kota Malang memerlukan tambahan lembaga pendidikan fotografi, serta menjadi pusat kegiatan fotografi dalam bentuk sekolah fotografi. Permasalahan yang akan dihadapi dalam perancangan sekolah fotografi ini adalah permasalahan kejelasan ruang, karena pada umumnya bangunan dengan fungsi pendidikan memiliki fasilitas dan ruang yang kompleks. Kompleksnya fasilitas dan ruang tersebut, menyebabkan pengguna ruang kesulitan dalam menemukan ruang utama. Oleh karena itu, space syntax dirasa sesuai untuk fokus dan pemecah permasalahan umum bangunan dengan fungsi pendidikan, karena kejelasan ruang dapat diukur dengan menggunakan space syntax. Metode yang digunakan dalam perancangan sekolah fotografi ini adalah metode pragmatis dan metode simulasi. Metode pragmatis digunakan untuk menentukan bentuk ruang, sedangkan metode simulasi digunakan untuk mengukur tingkat kejelasan ruang.Kata kunci: sekolah fotografi, kejelasan ruang, space syntax

Downloads

Published

2016-05-03

Issue

Section

Articles