Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Berbasis Therapeutic Community dengan Pendekatan Healing Environment di Kota Batu

Authors

  • Ida Wahyu Safitri Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Rinawati P Handajani Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Nurachmad Sujudwijono Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Dalam merancang sebuah pusat rehabilitasi narkoba, yang perlu diperhatikan adalah karakteristik pecandu yang ada dan terapi jenis apa yang dibutuhkan, sehingga dapat sesuai dengan tujuan rehabilitasi dan berkaitan dengan latar belakang pecandu tersebut. Pada kajian ini, jenis terapi yang dipilih adalah therapeutic community karena disesuaikan dengan kebutuhan pecandu di wilayah Malang, Kota Batu khususnya, yang mayoritas berada pada usia dewasa dan merupakan kalangan pekerja. Metode yang digunakan dalam perancangan pusat rehabilitasi narkoba ini berupa deskriptif-analitik, yaitu penulisan paparan, gambaran atau deskripsi mengenai objek terkait, kemudian dianalisa menggunakan teori-teori yang relevan dan ditunjang dengan pembandingan dengan objek sejenis. Metode perancangan yang digunakan yaitu pragmatik dan kanonik. Hasil kajian ini berupa sebuah rancangan bangunan dan desain interior pusat rehabilitasi narkoba berbasis therapeutic community yang menerapkan konsep healing environment. Penerapannya disesuaikan pada bangunan dan ruang dalam secara lebih mendalam, karena ruang dalam lebih banyak digunakan selama proses rehabilitasi dibandingkan ruang luar. Berdasarkan hasil kajian, ada 6 variabel atau kriteria desain yang dapat dijadikan acuan dalam penerapan konsep healing environment pada desain ruang dalam, yaitu bentuk, warna, pencahayaan, material, akustik, dan tekstur.Kata kunci: pusat rehabilitasi narkoba, healing environment, Kota Batu

Downloads

Published

2016-05-03

Issue

Section

Articles