Konsep Desain Bangunan Koreksional dan Pembinaan bagi Wanita (Studi Kasus : Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas 2A)

Authors

  • Noverna Christy Lovita Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Triandriani Mustikawati Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Ali Soekirno Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Bergesernya waktu kepada era modern menggeser pengertian penjara pada masa lalumenjadi pengertian yang baru. Tempat penghukuman itu saat ini lebih dikenal dengansebutan lembaga pemasyarakatan. Berbeda dengan pengertian penjara dimasa lalu,pemasyarakatan mengandung arti menghukum dan membina warga binaan menjadilebih baik. Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah wanita sebagai pelaku tindakkejahatan yang pada akhirnya harus menghabiskan sebagian besar waktunya di balikjeruji meningkat. Wanita dalam lembaga pemasyarakatan terdiri dari berbagai macamusia dan statusnya. Terkait dengan hal tersebut banyak ditemukan kasus wanita yangterpaksa menjalani masa kehamilan, melahirkan bahkan membesarkan anaknya dalamlapas. Bahkan ada yang harus menghabiskan masa tuanya di dalam lapas. Hal tersebutmerupakan dasar untuk mewujudkan sarana koreksional dan pembinaan yang dapatmewadahi aktivitas pembinaan sesuai dengan karakteristik wanita sebagaipenggunanya. Karakteristik dan tahap pemasyarakatan menjadi dasar analisis dalamperumusan kriteria perancangan untuk mewujudkan konsep desain bangunankoreksional dan pembinaan yang sesuai bagi aktivitas pembinaan wanita.Kata kunci: lapas, bangunan koreksional, lapas wanita

Downloads

Published

2016-02-19

Issue

Section

Articles