Metode dalam Menentukan Material Bangunan yang Ideal (Studi Kasus: Perancangan Laboratorium di Kabupaten Pohuwato)

Authors

  • Andre Sandhywinata Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Tito Haripradianto Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Abraham Mohammad Ridjal Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Sejak Fenomena green design menjamur diseluruh lapisan masyarakat arsitektur. Para pelaku arsitektur seakan estafet dalam berlomba menghasilkan material bangunan yang paling “greenâ€. Kompetitif tersebut melahirkan rupa baru green design menjadi green capitalism. Atas nama “green†jarak tempuh pengiriman material green ke lokasi pembangunan tidak lagi dihiraukan dan potensi upgrading people economic melalui bangunan juga ditenggelamkan atas nama “green†karena didalam label green tidak ada asas pertimbangan dari kesanggupan tukang lokal untuk dapat mengerjakan material tersebut atau tidak. Untuk itu, dirasa perlunya mencari metode dalam pencarian material yang lebih baik daripada pemilihan serampangan berlabelkan green. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan metode dalam menentukan klasifikasi material yang ideal dalam sebuah perancangan arsitektur. Studi kasus yang diambil dari penelitian metode klasifikasi ini ialah sebuah perancangan laboratorium di Kabupaten Pohuwato. Langka dalam penyelesaian penelitian ini menggunakan analysis deskriptif dengan penjabaran selektif eliminier didalamnya. Hasil dari kajian penelitian ini menunjukan klasifikasi pemilihan material ideal dapat diklasifikasi dengan analysis raw material, manufacturing and logistics, installation, analysis lifetime, analysis end of life and recycling.Kata kunci: metode, material bangunan, laboratorium, Kabupaten Pohuwato.

Downloads

Published

2016-02-18

Issue

Section

Articles