Tapak Jalak: Media Penyatu Ruang dalam Human Space pada Inisiasi Generasi Muda Kasepuhan Ciptagelar

Syifa Najmi Mahira, Susilo Kusdiwanggo

Abstract


Ruang adalah bagian penting dalam arsitektur. Ruang bersifat heterogen, ada ruang fisik dan ruang imajiner. Setiap kebudayaan mempunyai definisi khas mengenai ruang, begitu pula Kasepuhan Ciptagelar. Human Space merupakan salah satu ruang imajiner dalam Kasepuhan Ciptagelar. Pada ritual kelahiran, Human Space dapat ditemukan pada tapak jalak dalam ritual nurunkeun. Akan tetapi, makna dari tapak jalak tersebut belum diketahui. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-induktif aposteriori dengan paradigma partisipatoris serta menggunakan etnografi sebagai pendekatan penelitiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tapak jalak ritual kelahiran pada proses inisiasi generasi muda Kasepuhan Ciptagelar secara Human Space. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dalam Human Space, tapak jalak menjadi media yang menyatukan ruang fisik dan imajiner di mana manusia menyatu dengan lingkungannya dan (2) inisiasi manusia sebagai pancer menjadi proses awal bagi anak yang dimulai ketika kaki anak diinjakkan pada titik tengah dari tapak jalak, saat itulah terjadi proses vertikal di mana anak dibawa dari ruang fisik menuju ruang imajiner untuk memperkenalkan dirinya pada alam semesta.


Keywords


Human Space; inisiasi; pancer; ritual kelahiran; tapak jalak

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.