Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik

Authors

  • Frisa Rizienta Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Antariksa Antariksa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Noviani Suryasari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem merupakan sebuah kawasan kota lama yang terdiri dari beberapa bangunan dalam beberapa jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan/kekhasan arsitektur, yang pada periodisasi tertentu menjadi ikon/tanda kemajuan perkembangan Kota Gresik. Kawasan ini adalah kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama. Kondisi bangunan tersebut masih baik dan utuh, dengan gaya arsitektur yang beragam, yaitu Kolonial, Cina, Melayu dan memiliki usia rata-rata 100 tahun. Salah satu bangunan yang menonjol di kampung peranakan ini adalah rumah tinggal Gajah Mungkur dan beberapa makam leluhur (makam Nyai Ageng Arem-arem). Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut.Kata kunci: karakteristik, fasade, Nyai Ageng Arem-arem

Downloads

Published

2015-10-30

Issue

Section

Articles