Motif Ornamen Minangkabau sebagai Desain Shading Devices pada Kantor Pemerintah (Studi Kasus pada Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat)

Authors

  • Vida Yulia Dhira Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Jusuf Thojib Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Beta Suryokusumo Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Penggunaan pencahayaan alami yang sedikit disebabkan karena kendala silau. Silau disebabkan oleh sinar matahari langsung yang menerpa bangunan dengan intensitas yang tinggi. Silau pada bangunan dapat mengganggu aktifitas di dalamnya. Mengatasi masalah silau adalah dengan menggunakan shading devices, sehingga sinar langsung matahari tidak masuk ke dalam ruang dalam bangunan. Bangunan Kantor Gubernur Sumatera barat merupakan objek penelitian ini. Bangunan ini memiliki orientasi bukaan pada arah timur dan barat sehingga sangat rentan dengan silau. Kajian ini bertujuan agar shading pada bangunan dapat memaksimalkan fungsi pembayangan. Motif ornamen lokal digunakan sebagai dasar desain shading devices untuk menampilkan bangunan yang memiliki ciri lokal. Alat bantu kajian ini adalah dengan menggunakan software ecotect analysis 2011. Motif lumuik hanyuik, bada mudiak, cacak kuku, dan daun puluik-puluik merupakan ornamen lokal yang dapat memaksimalkan pembayangan pada objek penelitian.Kata kunci : sinar matahari langsung, shading devices, pembayangan, ornamen lokal

Downloads

Published

2015-10-30

Issue

Section

Articles