Efektivitas Elemen Secondary Skin pada Fasad SMAN 2 Tangerang Selatan Terhadap Pencahayaan di Ruang Kelas

Authors

  • Aqmarina Trixie Izzati Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Jono Wardoyo Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Sarana prasarana Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dalam penyelenggaraan kegiatannya terdapat beberapa persyaratan kesehatan dan kenyamanan bangunan salah satunya adalah pencahayaan pada ruang kelas. Pencahayaan yang tidak optimal akan menyebabkan kesulitan dalam belajar dan jika dalam kurun waktu yang lama akan menyebabkan siswa mengalami gangguan kesehatan mata yang dapat mengakibatkan penggunaan alat bantu berupa kacamata. Penelitian berlokasi di SMAN 2 Tangerang Selatan memiliki orientasi bangunan memanjang pada sisi timur-barat. Pada fasad sisi timur ditambahkan elemen secondary skin yang bertujuan untuk menambah nilai estetika dan mengurangi masuknya panas matahari ke dalam bangunan, namun hal ini juga dapat mempengaruhi intensitas cahaya alami yang masuk ke dalam ruang kelas. Penelitian ini akan mengevaluasi intensitas dan kemerataan cahaya pada ruang kelas yang mendapatkan pengaruh langsung dari secondary skin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif melalui beberapa tahapan analisis yakni analisa visual, hasil pengukuran, dan simulasi. Dilakukan pula analisa terhadap shading device dan pengaruh secondary skin. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nilai intensitas cahaya pada ruang kelas adalah sebesar 163,71 lux dan rasio kemerataan sebesar 0,32. Sehingga dibutuhkan rekomendasi desain agar mencapai nilai standar intensitas sebesar 250 lux dan rasio kemerataan sebesar 0,6. Kata kunci: secondary skin, ruang kelas, intensitas cahaya alami, rasio kemerataan cahaya

Downloads

Published

2022-01-01

Issue

Section

Articles