Ketercapaian Kriteria Kualitas Udara dan Kenyamanan Dalam Ruang pada Rumah Tinggal Menurut Greenship Homes (Studi Kasus: Perumahan Bukit Mediterania Samarinda)

Authors

  • Manalu Angelina Diana Sintauli Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Andika Citraningrum Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi di Indonesia adalah cuaca yang panas dan kelembaban udara yang tinggi akibat pemanasan global di beberapa wilayah. Suhu di Kota Samarinda berkisar 24-34℃ dan kelembaban udara rata-rata 75%-99%. Konsep bangunan hijau menurut Greenship Homes Version 1.0 GBCI dapat menjadi upaya dalam mengurangi dampak pemanasan global terhadap hunian rumah tinggal. Salah satunya adalah Perumahan Bukit Mediterania Samarinda dengan konsep green living in disputable exoticism. Namun, masih belum sepenuhnya menerapkan bangunan hijau yang mengakibatkan ketidaksesuaian suhu udara, kelembaban udara, sirkulasi udara bersih, intensitas pencahayaan alami, intensitas pencahayaan buatan, dan kebisingan. Metode penelitian ini adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran pada satu rumah tinggal di cluster Monaco menggunakan thermohygrometer, lux meter, sound level meter, meteran laser, dan air quality monitor. Hasil penelitian yang sesuai dengan standar hanya variabel kualitas udara dan kenyamanan spasial. Rekomendasi desain yang diberikan berupa shading device, cross ventilation, vegetasi, tirai dan roller blind, penambahan dan pengurangan iluminasi lampu, serta penambahan material parket dan karpet. Hal ini untuk menurunkan suhu udara, kelembaban udara, intensitas pencahayaan alami, dan kebisingan, serta memperbaiki intensitas pencahayaan buatan dan sirkulasi udara bersih agar sesuai dengan standar.Kata kunci: kualitas udara, kenyamanan spasial, greenship homes

Downloads

Published

2021-07-31

Issue

Section

Articles