Strategi Pendinginan Pasif pada Gedung Seni Taman Balekambang di Surakarta

Vendra Anggit Pramudya, Iwan Wibisono

Abstract


Gedung Seni Taman Balekambang merupakan bangunan bersejarah yang dapat dimaksimalkan untuk kepentingan aktivitas budaya. Gedung ini merupakan bangunan yang tebal dan fungsi utama sebagai ruang akustik. Maka dari itu, gedung ini memerlukan strategi pendinginan pasif untuk memperbaiki keadaan eksisting supaya menjadi wadah aktivitas kebudayaan yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk mencapai strategi pendinginan pasif adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan cara melakukan identifikasi desain pendinginan pasif yang berhubungan dengan elemen arsitektur dan melakukan analisis terkait bagian-bagian yang memungkinkan untuk dimodifikasi seperti bahan bangunan, atap, sun shading, bukaan, vegetasi, dan lingkungan sekitar. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisis kinerja pendinginan pasif dengan cara melakukan pengukuran kondisi termal didalam bangunan dan membandingkannya dengan standar kondisi termal. Hasil dari analisis kinerja pendinginan pasif menunjukkan bahwa kondisi termal bangunan tidak memenuhi standar kondisi termal pada waktu tertentu. Hasil dari analisis desain pendinginan pasif merupakan dasar untuk memodifikasi elemen arsitektur. Dengan hal ini, rekomendasi desain bisa dilakukan untuk menentukan strategi pendinginan pasif pada bangunan Gedung Seni Taman Balekambang dengan cara melakukan perubahan material atap, memperbaiki sistem sirkulasi udara, menggunakan teknik evaporasi lingkungan sekitar yang lebih baik, dan penambahan sun shading berupa vegetasi gantung.

Keywords


strategi; pendinginan pasif; analisis kinerja; analisis desain

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.