ANALISIS PENERAPAN STRATEGI BIOKLIMATIK PADA ARSITEKTUR TROPIS PEGUNUNGAN: STUDI KASUS DESA ADAT CIPTAGELAR

Chandra Rio Maulana Akbar, Agung Murti Nugroho

Abstract


Arsitektur Vernakular pada iklim tropis pegunungan menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Local wisdom yang kental tercorak dalam arsitekturnya dipengaruhi keyakinan, adat, dan budaya sebagai identitas yang unik. Strategi Bioklimatik diperlukan sebagai proses adaptasi problematika lingkungan termal alami setempat. Arsitektur vernakular pada hunian di Desa Adat Ciptagelar menjadi salah satu contoh inspirasi bangunan tanggap iklim. Penelitian ini berupaya mengulik penerapan strategi bioklimatik dalam merespon kinerja lingkungan termal alami terhadap hunian pada hunian Desa Adat Ciptagelar. Penelitian menggunakan metode kualitatif kuantitatif dengan deskriptif data dan dievaluasi berdasar standar dan aturan yang berlaku. Data akan dikomparatifkan antar sintesis penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi bioklimatik memanfaatkan ketebalan selubung bangunan dari material alami sekaligus memanfaatkan hawu atau tungku api dalam penghangatan termal dan upaya mereduksi kelembapan pada dapur tradisional. Dengan konsep bangunan bernafas, suhu ruang dalam bangunan lebih sejuk pada siang hari dibandingkan ruang luar, begitu sebaliknya saat malam hari dengan suhu ruang dalam lebih hangat dibandingkan ruang luar. Perbedaan kemampuan konduktansi antar bangunan dikarenakan perbedaan bukaan pada bangunan sehingga mempengaruhi pertukaran udara. Selain itu, kinerja termal alami juga dipengaruhi dari ketebalan selubung bangunan, orientasi dan proporsional bangunan, hingga bukaan pada bangunan.


Keywords


Bioklimatik, tropis pegunungan, lingkungan termal alami

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.