Konsep Tri Hita Karana pada Rumah Gung Aji di Desa Gianyar Bali

Yoga Kurnia Andhitia, Abraham Mohammad Ridjal

Abstract


 

ABSTRAK

 

Arsitektur tradisional Bali adalah bagian dari realitas yang merekam keberadaan dan perkembangan sebuah budaya. Dalam membangun rumah, orang bali sangat mementingkan arah kemana akan menghadap, karena arah sangat penting dalam kepercayaan dan kehidupan suku Bali. Rumah tinggal adalah sebuah pesan. Kehadiranya pasti akan menyimpan banyak cerita sebagai representasi pesan yang di bawanya. Demikian pula keberadaan hunian Tradisional di Desa Batuan yang membawa pesan dari kehidupan masyarakat. Pengaruh lingkungan atau tradisi setempat sangat berperan dalam perwujudan ungkapan Arsitekturnya. Inti dari letak, tapak dan penataan dari symbol-simbol elemen estetis yang ada mengacu pada Tri Hita Karana yang berfungsi sebagai pusat orientasi memahami Sumbu Orientasi ini sangat menarik untuk di teliti karena tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik saja, tapi juga mengandung nilai–nilai filosofis yang penuh makna. Dan salah satu contoh rumah Bali yang bertahan lebih dari 100 tahun adalah rumah yang berada di Desa batuan Gianyar Bali Kecamatan Sukawati.

 

Kata Kunci: Tri Hita Karana, Tata Ruang, Rumah Tinggal Tradisional Bali, Bali

 

ABSTRACT

Balinese traditional architecture is part of a fact that records existence and a culture. In building a house, Balinese people place great importance on which direction to face, because direction is very important in Balinese beliefs and life. Residential is a message. Its presence will definitely keep many stories as a representation of the message it carries. Likewise, the existence of traditional housing in Batuan Village which carries messages from community life. The influence of the environment or local traditions is very important in the manifestation of architectural expressions. The essence of the location, site and arrangement of the symbols of the aesthetic elements that exist refers to the Tri Hita Karana which serves as the center for understanding the Orientation Axis. This is very interesting to examine because it is not only related to physical arrangement, but also contains philosophical values meaningful. And one example of a Balinese house that has lasted more than 100 years is a house located in the rock village of Gianyar Bali, Sukawati sub-district.

Keywords: Tri Hita Karana, Spatial, Traditional Bali house, Bali


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.