Adaptasi Tata Ruang Rumah Tinggal Tradisional pada Kampung Buntusu Makassar

Authors

  • Abdullah Aslam Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang
  • Abraham Mohammad Ridjal Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang

Keywords:

adaptasi tata ruang, rumah tinggal, Kampung Buntusu, Makassar

Abstract

Suku Makassar dan Suku Bugis memiliki kemiripan secara morfologi pada rumah tradisionalnya, sehingga sering disebut rumah tradisional Bugis-Makassar. Rumah tradisional Bugis Makassar berupa rumah panggung berbahan kayu dengan denah berbentuk persegi empat (sulapa appa) dan secara vertikal bangunan rumah terdiri dari tiga bagian, yaitu bawah, tengah, dan atas. Salah satu kawasan di Kota Makassar yang masih dapat kita jumpai rumah tinggal tradisional adalah di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Kampung Buntusu, berada di tengah pesatnya proyek pembangunan rumah tinggal modern. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan warisan tradisi berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk adaptasi tata ruang rumah tradisional di lokasi studi. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif, pada pembahasan menggunakan metode deskriptif-analisis. Hasilnya adalah rumah tinggal tradisional di Kampung Buntusu Makassar mengalami beberapa perubahan tata ruang, yaitu penambahan dan pengurangan fungsi ruang seperti pada bagian pamakkang. Bentuk perubahan yang mencolok adalah penggunaan bagian siring sebagai tempat tinggal bagi penghuni rumah.Kata kunci: adaptasi tata ruang, rumah tinggal, Kampung Buntusu, Makassar

Downloads

Published

2021-01-31

Issue

Section

Articles