Keterhubungan Struktur Ruang Kampung Muka Jakarta Utara terhadap Aktivitas Masyarakatnya

Annisaa Windahasanah, Sigmawan Tri Pamungkas

Abstract


Penelitian mengambil teori besar Hillier dalam bukunya The Social Logic Of Space, yaitu natural movement. Teori ini mengaitkan nilai topologi struktur kawasan sebagai suatu prediksi akan pergerakan (aktivitas) yang terjadi pada garis axial (jalan), sehingga membentuk keterhubungan antara configuration (struktur ruang), movement (Aktivitas), dan Attraction (Tata guna lahan). Peneliti bertujuan mencari keterhubungan struktur ruang kampung dan hubungannya dengan aktivitas masyarakat dalam perannya membentuk ruang sosial pemukiman kota. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif (space snytax) dan Metode kualitatif (behaviour mapping place), data dari kedua metode akan disamakan dalam jenis data yang sama lalu dimasukkan dalam analisis SPSS menggunakan korelasi spearman, untuk memperkuat hasil keterhubungan, ditambahkan wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan ruang sosial Kampung Muka memiliki karakter dominan, yaitu aktivitas necessary dengan ruang sosial Kampung yang dinamis dan hidup sepanjang waktu dihari libur maupun kerja. Struktur ruang Kampung Muka memiliki hubungan yang signifikan dengan aktivitas masyarakatnya, tingginya nilai Space Syntax suatu axial (connectivity, local integration, dan global integration), keberagaman jenis guna lahan, usia dan gender pelaku akan memengaruhi tingginya intensitas aktivitas dan aktivitas spesifik yang terjadi, sehingga pengetahuan ini dapat menjadi rujukan akan peran penting kampung, sebagai percontohan penataan pembangunan tempat bermukim di Jakarta yang lebih beridentitas lokal.

Keywords


space syntax; aktivitas; kampung kota; ruang sosial

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.