Preferensi Setting Fisik Pembatas Ruang pada Ruang Terbuka Publik (Studi Kasus: Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang)

Wahyu Kresna Kartika, Muhammad Satya Adhitama

Abstract


Ruang Terbuka Publik merupakan salah satu kebutuhan untuk masyarakat kota. Salah satu elemen yang berkontribusi dalam penilaian kualitas sebuah ruang publik adalah enclosure, pembatas ruang merupakan salah satu elemen pembentuk enclosure.  Pada objek studi kasus, terdapat perbedaan karakter pembatas ruang pada Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang. Sehingga memicu pertanyaan mengenai bagaimana setting fisik pembatas ruang yang sesuai dengan preferensi penggunanya, agar dapat mewujudkan ruang terbuka publik yang sesuai bagi masyarakat. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data preferensi pengguna menggunakan stimuli dan kuesioner berdasarkan dua objek studi kasus, yaitu Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa preferensi terhadap setting fisik pembatas ruang dapat bervariasi bergantung pada karakter dan aktivitas yang ada pada ruang terbuka publik tersebut. Dalam mengetahui preferensi penggunanya, terdapat tiga variabel dalam mengukur pembatas ruang yang sesuai bagi masyarakat, yaitu berdasarkan kenyamanan, keamanan, dan keindahan. Ketiganya memerlukan setting fisik pembatas ruang yang berbeda untuk mewujudkannya, yaitu dari aspek material, ketinggian, tipe, dan akses visual. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa pembatas ruang dengan soft-material, ketinggian 30-60 cm, bertipe batas semu, dan dengan akses visual semi bebas merupakan setting fisik pembatas ruang yang dinilai paling baik digunakan pada ruang terbuka publik. Tetapi, setting fisik yang digunakan juga perlu mempertimbangkan karakter dari ruang aktivitas tersebut.


Keywords


pembatas ruang; enclosure; preferensi; ruang terbuka publik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.