Aksesibilitas Disabilitas Tunanetra di SDLB II Purworejo Kota Pasuruan

Agustin Cahyawidya Ningrum, Herry Santosa

Abstract


AksesibilitasDisabilitas Tunanetra di SDLB II Purworejo Kota Pasuruan Agustin Cahyawidya Ningrum1 dan HerrySantosa2 1MahasiswaProgram Studi Sarjana Arsitektur, Jurusan Arsitektur FakultasTeknik,Universitas Brawijaya2DosenJurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas BrawijayaAlamatEmail Penulis : agustincahya@gmail.com ; herrysantosa@ub.ac.id ABSTRAKPada penerapan pembelajaran di sekolah, hendaknya tidak hanyaberfokus pada kurikulum dan pembelajaran yang khusus digunakan bagi anakdisabilitas, melainkan juga memperhatikan fasilitas yang digunakan sebagaipenunjang ketika mereka berada di sekolah. Bangunan Sekolah Dasar Luar Biasahendaknya memiliki fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas untukmendukung tingkat kemudahan yang dicapai oleh seseorang terhadap suatu objek dilingkungannya. Penerapan aksesibilitas dalam sekolah luar biasa ditujukan untukmemberikan suasana yang aman dan nyaman bagi anak dalam proses pembelajaranmaupun ketika berada di lingkungan sekolah. Penelitian ini melakukan evaluasiterhadap aksesibilitas pada fasilitas di SDLB II Purworejo Kota Pasuruankhususnya penyandang disabilitas tunanetra dengan standar yang berlaku yaituPERMEN PUPR Nomor 14 Tahun 2017 mengenai Pedoman Teknis Fasilitas danAksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Metode penelitian yangdigunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif denganmelakukan evaluasi kondisi di lapangan terhadap standar yang berlaku.Penelitian ini menghasilkan tingkat pemenuhan aksesibilitas pada fasilitas SDLBII Purworejo bagi siswa disabilitas Tunanetra, yang teridentifikasi padafasilitas ruang kelas sebesar 92,5%, pintu kelas sebesar 78%, sirkulasi ramsebesar 70%, serta fasilitas toilet sebesar 24,75%. Secara keseluruhanmengindikasikan tingkat pemenuhan asas aksesibilitas sebesar 87,5%.Katakunci :aksesibilitas, deskriptif kuantitatif , fasilitaspendidikan, sekolah dasar luar biasa, tunanetraABSTRACTIn the application of learning in schools, it should not onlyfocus on curriculum and learning specifically used for children withdisabilities, but also pay attention to the facilities that are used as supportwhen they are in school. Extraordinary Elementary School Buildings should haveadequate facilities for persons with disabilities to support the level of convenience achieved by someone of an object intheir environment. Implementation of accessibility in special schools is intendedto provide a safe and comfortable atmosphere for children in the learningprocess and when in the school environment. This study describes theaccessibility of facilities in SDLB II Purworejo Pasuruan, especially personswith visual impairments with applicable standards namely PUPR PERMEN No. 14 of2017 concerning Technical Guidelines for Facilities and Accessibility inBuildings and Environment. The research method used in this study is aquantitative descriptive method by evaluating conditions in the field againstthe applicable standards. The results of this study are in the form of a guidelane variable at SDLB II Purworejo that meets the accessibility principle of87.5%. The blind classroom variable fulfills the accessibility principle of92.5%. Class door variables meet the principle of accessibility by 78%. Ramvariable fulfills the principle of accessibilityby 70%. Variable toilet rooms meet the accessibility principle of 24.75%. Wordkey: accessibility, descriptive quantitative, educational facilities, extraordinary elementary school, visuallyimpaired

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.