Pusat Fasilitas Wisata Tamblingan di Desa Wisata Munduk (Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular)

Authors

  • Vera Muslikha Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Chairil Budiarto Amiuza Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Beta Suryokusumo Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Desa Wisata Munduk memiliki Danau Tamblingan sebagai destinasi wisata utama dengan pengembangan ke arah wisata alam dan spiritual. Sebagai dukungan akomodasi perlu adanya sebuah pusat fasilitas yang berbasis pada masyarakat, budaya dan lingkungan sesuai dengan kriteria desa wisata. Pencapaian kriteria tersebut ditunjukkan dengan perancangan yang berkarakter lokal, ramah lingkungan dan menyesuaikan kondisi saat ini. Hal ini dapat diproses dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang mengkinikan arsitektur vernakular setempat dengan transformasi berdasarkan makna dan fungsi. Metode kajian diarahkan pada metode deskriptif kualitatif yang disusun secara programatik dengan penekanan ideologi dari arsitektur neo-vernakular. Fungsi yang diwadahi dalam Pusat Fasilitas Wisata Tamblingan terbagi dalam fungsi wisata (informasi, edukasi dan rekreasi) dan fungsi kemasyarakatan (sarana pembinaan dan organisasi masyarakat). Karakter arsitektur neo-vernakular pada skala tapak ditunjukkan dengan aplikasi pola zonasi berdasarkan hirarki, pola lansekap mengadaptasi konsep natah, konsep sirkulasi kombinasi Arsitektur Bali yang dimodifikasi dan sistem utilitas ramah lingkungan. Pada skala bangunan, bentuk aplikasinya adalah tipe bangunan tropis, material alami dan sistem struktur ekspos yang dikembangkan sesuai fungsi, tatanan masa majemuk serta adaptasi karakter tipologi bentuk dan tampilan bangunan setempat.Kata kunci: pusat fasilitas wisata, desa wisata, arsitektur neo-vernakular

Downloads

Published

2015-04-30

Issue

Section

Articles