Perancangan Museum Pinisi dengan Menerapkan Konsep Living Museum di Bulukumba

Authors

  • Wisnu Hanggara Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Chairil Budiarto Amiuza Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Subhan Ramdlani Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu aset industri dan kebudayaan maritim bagi Indonesia yang telah dikenal dunia internasional. Keberadaannya saat ini terus mengalami degradasi, padahal dalam proses pembuatan kapal pinisi terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang berpadu harmonis dengan kemampuan teknis kekriyaan para pengrajinnya. Perancangan Museum Pinisi di Bulukumba ini merupakan upaya untuk menjaga warisan budaya tersebut dan mempertahankan identitas masyarakatnya. Penerapan konsep museum hidup diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyelenggarakan program aktivitas dalam museum yang berbasis pengalaman langsung mengenai proses pembuatan kapal pinisi. Pemilihan tapak yang terintegrasi langsung dengan kampung pengrajin pinisi di Desa Tanah Beru diharapkan dapat memberikan informasi dan pengalaman ruang yang otentik, maka dari itu penambahan fasilitas museum diupayakan tetap mempertahankan pola aktivitas asli dan seminimal mungkin merubah suasana ruang di sekitarnya. Sehingga maksud dan tujuan museum pinisi ini dapat dirasakan manfaatnya, baik oleh masyarakat lokal maupun masyarakat luas.Kata kunci: konsep museum hidup, perancangan museum, program aktivitas museum

Downloads

Published

2015-04-30

Issue

Section

Articles