RESORT BATU AMPAR BALI DENGAN KONSEP VENTILASI SILANG MELALUI RASIO BUKAAN RAGAM HIAS

Authors

  • Erick Christ P.S P.S Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Jusuf Thojib Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Indyah Martiningrum Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Abstract

Keadaan alam yang berada di Kawasan Pariwisata Batu Ampar berdasarkan hasil Balaibesar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah III, Denpasar tahun 2010.Kawasan Pariwisata Batu Ampar memiliki suhu udara sebersar 280C, kelembapanudara 78%, curah hujan 2023 mm, dan kecepatan angin 7-12 knot. DalamWonorahardjo (2010) sistem pengendalian termal bangunan merupakan upaya untukkonservasi energi dengan cara pengendalian kalor yang masuk pada ruangan, efesiensisistem pendinginan, dan pengendalian beban pendinginan. Kelembaban udara yangtinggi pada Kawasan Batu Ampar memerlukan sistem sirkulasi udara yang baiksehingga ruangan tidak panas dan lembab. Sistem ventilasi alami yang optimalditerapkan sebagai elemen penangkap angin dan pelepas angin pada bangunan resortBatu Ampar. Dengan adanya penerapan sistem ventilasi silang dengan penerapanragam hias diharapkan mampu menyelesaikan masalah kenyaman termal dan dapatmemenuhi persyaratan yang diwajibkan peraturan daerah Bali. Strategi penyusunanResort Batu Ampar Bali pada tahap awal adalah dengan penentuan pola penyusunantata masa yang disesuaikan dengan lokalitas arsitektur Bali dan keadaan eksistingsesuai dengan arah datangnya angin. Setelah itu menentukan posisi inlet serta outletdengan parameter posisi dan besar rasio bukaan yang berasal dari bentuk pola ragamhias Karang Sae. Penentuan Karang Sae disesuaikan dengan ciri dan indentitas dariarsitektur Bali.Kata kunci: sistem ventilasi silang, posisi bukaan, rasio bukaan

Downloads

Published

2015-04-30

Issue

Section

Articles